Jambu biji adalah buah yang berasal dari Brazil, Amerika Selatan. Buahnya berbentuk bulat dengan ukuran kecil hingga sedang, dengan warna kulit hijau saat muda dan berangsur kekuningan saat buah matang. Jambu biji termasuk buah dengan manfaat serta nilai ekonomis yang sangat tinggi. Pohonnya yang termasuk tanaman perdu dapat dengan mudah anda temukan dimana-mana. Bahkan tak jarang yang memilih pohon jambu sebagai tanaman pekarangan, karena selain bisa meneduhkan, pohonnya juga sangat mudah berbuah. Selain itu sekali berbuah biasanya jumlahnya juga melimpah.

Konon, pohon jambu biji tersebar dari Brazil menuju ke Thailand, lalu ke negara-negara Asia lainnya termasuk Indonesia. Jambu ini memang memiliki banyak sekali biji dengan ukuran super kecil yang sedikit membuat repot bagi siapa saja yang mengonsumsinya. Namun, setelah dilakukan berbagai penyilangan jenis buah, telah dihasilkan pula buah jambu yang tanpa biji di dalamnya, sehingga akan memudahkan anda dalam mengonsumsinya.

Pohon jambu biji bisa tumbuh dengan baik di daerah dengan suhu kurang lebih 23-28 derajat celcius. Bila anda menginginkan pohon jambu biji anda tumbuh tinggi, pastikan asupan sinar mataharinya tercukupi. Karena pohon jambu biji yang kurang sinar matahari bisa terbatas pertumbuhannya (menjadi kerdil). Sejatinya, pohon jambu biji bukanlah tanaman yang rewel. Anda bisa menggunakan tanah jenis apapun sebagai emdia tanam. Bila pH (kadar keasaman) kurang dari 4,5, anda bisa melakukan pengapuran terlebih dahulu pada tanah tersebut sebelum dijadikan media tanam.

Sebelum lahan dinyatakan siap tanam, lakukan penggemburan terlebih dahulu dengan cara mencangkul ringan lahan yang akan anda tanami bibit. Aduk rata tanah pada lahan anda dengan pupuk kandang pada dengan dosis 40 kilogram per meter persegi. Setelah itu buat lubang tanam dengan ukuran 100×100 cm, dengan kedalaman 40cm. beri jarak 75 sampai 100 cm pada tiap lubangnya bila anda ingin menanam pohon jambu biji dalam jumlah banyak.
Bila bibit sudah ditanam, siram setiap hari cukup dua kali, di pagi dan sore hari. Hal ini bisa diterapkan di 2 minggu pertama setelah penanaman. Selanjutnya frekuensi bisa dikurangi menjadi sekali sehari saja. Karena pohon jambu tidak suka terlalu basah, penyiraman bisa dilakukan dengan cara membuat saluran pengairan di sekeliling pohon. Sehingga air akan terserap oleh tanah dengan baik dan tidak menggenang. Pemberian nutrisi tambahan berupa pupuk bisa anda lakukan setiap 3 bulan sekali. Gunakan pupuk kandang atau kompos, dan bisa dikombinasikan dengan pupuk anorganik juga seperti NPK.

Mudah Membudidayakan Jambu Biji Agar Panen Berlimpah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *