Sukses Membudidayakan Tanaman Buah Tin

Buah dari surga, buah kaya manfaat. Mungkin julukan itu sangat tepat disandingkan kepada buah tin. Buah yang berasal dari negeri Timur Tengah ini memiliki bentuk bulat dengan ukuran sedang. Rasa buahnya sangatlah manis, sehingga banyak yang mengolahnya menjadi selai, sirup ataudikeringkan untuk dijadikan cemilan sehat. Tak hanya buahnya, tetapi hampir di setiap bagian pohon tin mengandung berbagai nutrisi yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh kita.

Di Indonesia, buah tin masih sangat sulit ditemukan dijual di pasaran. Padahal, sebenarnya buah tin bisa tumbuh dengan baik di iklim tropis seperti di Indonesia. Buah yang juga dikenal dengan nama buah ara atau fig ini masih sedikit yang membudidayakan. Budidaya buah tin secara besar-besaran tentu diharap dapat memenuhi kebutuhan pasar akan buah tin.

Meski bisa tumbuh di daerah tropis, tentu buah tin menginginkan nuansa yang hampir sama seperti di negara asalnya, Timur Tengah. Maka, lahan tanam anda harus berada di daerah dengan sinar matahari yang banyak dan langsung. Karena apabila sinar matahari tidak tercukupi, maka pophon tin anda akan tidak mudah berbuah. Galilah lubang tanam dengan ukuran 60×60 cm. Tanah hasil menggali lubang tanam itu yang akan kita manfaatkan untuk dijadikan media tanam. Campur tanah dengan pupuk kandang, sekam, dan cocopeat dengan rasio 1:1:1:1. Masukkan media tanam cukup hingga setengah lubang tanam, lalu letakkan bibit tin anda di tengah lubang tanam. Tutup kembali menggunakan media tanam yang tersisa sambil dipadatkan. Penyiraman bisa dilakukan dengan cara menggali parit di sekitar pohon tin, karena pohon tin sangat tidak menyukai tanah yang tergenang air. Apabila tergenang air, dapat menyebabkan busuk akar. Dalam perawatan sehari-hari penyiraman cukup dilakukan secara berkala, paling tidak 3 hari sekali. Bila memasuki musim penghujan, anda tak perlu menyirami pohon lagi.

Pada awal penanaman, penambahan nutrisi pada pohon tin cukup dengan menggunakan pupuk NPK daun sesuai dengan dosis. Setelah usia pohon mencapai 2 tahun, barulah berikan pupuk daun sebagai tambahan nutrisi pohon tin. Pupuk kandang membantu mengurangi daun yang rontok dan mempercepat proses pembuahan. Menjaga kesehatan pohon tin tidak bisa hanya dengan penambahan nutrisi saja. Selalu cek kondisi pohon. Apabila ada hama, segera buang. Daun-daun yang menguning merupakan salah satu tanda daun terkena virus. Segera potong supaya virus tidak menular ke daun lain.

Sukses Membudidayakan Tanaman Buah Tin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *