Okulasi Rambutan – Perbanyakan bibit buah menggunakan metode vegetatif bertujuan untuk permuliaan varietas. Hal ini disebabkan karena perbanyakan generative tidak bisa memastikan sifat unggul induk menurun ke bibit buah, sedangkan pada metode vegetatif hal itu sangat mungkin terjadi. Metode vegetatif sendiri ada banyak jenisnya. Salah satu yang sering dilakukan oleh masyarakat, bahkan untuk yang awam sekalipun adalah teknik okulasi.

Perbanyakan bibit buah dengan teknik okulasi adalah cara perbanyakan bibit dengan cara memadupadankan bibit berakar kokoh, dengan bibit yang sudah dikenal merupakan varietas unggul. Penerapan teknik ini dapat diterapkan di berbagai jenis bibit buah. Salah satunya adalah bibit rambutan.

rambutan okulasi
rambutan okulasi

Perbanyakan bibit rambutan dengan teknik okulasi diawali dengan melakukan penyemaian biji. Persemaian biji dilakukan di polybag, dengan media tanam berupa campuran tanah dengan pupuk organic (pupuk kandang atau kompos) dengan rasio 1:1. Pada saat biji berkecambah, anda bisa menambahkan nutrisi tanah menggunakan pupuk ZA 2 gram, dan NPK 2 gram dengan cara pemberian berselang-seling tiap 2 minggu sekali. Ketika bibit sudah tumbuh hingga iameter penampang batangnya 1,5 cm, bibit rambutan anda siap untuk diterapkan teknik okulasi.

Selain mempersiapkan bagian batang bawah, anda juga wajib mempersiapkan entres atau batang bagian atas. Pilih ujung-ujung ranting yang berasal dari pohon indukan berkualitas. Rantingnya harus memiliki daun yang tua, karena hal tersebut menandakan proses pertunasannya sudah berhenti. Semakin tua daun pada ranting yang anda pilih, maka semakin besar persentase keberhasilan okulasi anda. Selanjutnya, buang daun yang ada pada ranting dengan cara memotong tangkai daun dengan menyisakan 4-5 mm batang daun, supaya menghindarkan tunas pada ketiak daun ikut terpotong.

Setelah mempersiapkan batang bawah dan batang atas,, sayat melintang kulit batang bawah selebar kurang lebih 8 mm, kemudian kupas ke bawah dengan panjang 2 cm. potong kupasan kulit tersebut menggunakan pisau tajam. Ambil mata tunas pada entres (bagian atas) menggunakan pisau, sayat bersama kayunya sepanjang kurang lebih 2 cm. Sisipkan mata tunas tersebut pada sayatan batang bagian bawah, lalu ikat menggunakan tali plastic yang bisa anda buat sendiri menggunakan plastik yang lentur tapi kuat, seperti plastic yang biasa digunakan untuk membuat es mambo. Ikatan harus rata, dari bawah ke atas. Hal ini bertujuan agar saat dilakukan penyiraman atau hujan turun air tidak masuk ke sisipan okulasi. Masukkan hasil okulasi tersebut ke tempat cerah namun terhindar dari sinar matahari langsung, supaya kelembabannya terjaga.

cara okulasi
cara okulasi

Meskipun tingkat keberhasilan perbanyakan bibit rambutan menggunakan teknik okulasi cukup tinggi, anda harus memperhatikan betul kualitas bakal tanaman yang anda gunakan supaya hasilnya optimal. Selain itu, berhati-hatilah saat hendak menyisipkan mata tunas ke sayatan batang bawah, karena apabila kambium pada mata tunas menempel di tangan kita atau di media lain, maka hal tersebut dapat menyebabkan gagalnya proses okulasi.

Okulasi Dapat Juga Dilakukan pada Rambutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *