Sambung Sisip – Bagi para pecinta tanaman maupun pengembang bibit buah, tentu teknik okulasi bukanlah hal yang asing mereka gunakan untuk memperbanyak bibit. Hal ini disebabkan karena tingkat keberhasilan dan kualitas yang dihasilkan maksimal, sehingga teknik ini popular di masyarakat. Padahal, ada juga teknik-teknik lain yang memiliki kualitas sama namun tingkat kesulitannya tidak setinggi okulasi, yaitu teknik sambung sisip.

Teknik sambung sisip bisa dibilang merupakan modifikasidari teknik okulasi. Mengapa demikian? Karena step by step teknik sambung sisip sebenarnya sama dengan okulasi. Namun, jika pada okulasi menggunakan mata tunas sebagai sambungannya, pada sambung sisip menggunakan ranting muda yang disana tak hanya bisa tertempel 1 mata tunas, tetapi bisa lebih.

Hal ini memungkinkan anda mendapatkan pohon dengan tinggi yang rendah namun tetap rimbun. Karena percabangannya yang rendah sudah bisa dibentuk dari awal proses teknik perbanyakan. Pertumbuhannya pun cenderung lebih cepat, karena yang ditempelkan sudah berwujud ranting muda, bukan lagi mata tunas seperti pada proses okulasi. Sehingga, bukan hal musathil anda akan memiliki banyak bibit yang nantinya akan cepat tumbuh dan berbuah. Untuk mendapatkan perbanyakan bibit kelengkeng misalnya, anda tak perlu khawatir dan ragu dapat hasil yang maksimal dengan menggunakan teknik sambung sisip.

sambung sisip kelengkeng
sambung sisip kelengkeng

Untuk menghasilkan bibit kelengkeng dari perbanyakan teknik sambung sisip, anda harus memiliki bibit yang berasal dari perbanyakan biji. Hal ini untuk mengoptimalkan kekuatan akar pada batang bawah nantinya, sehingga hasil yang diraih bisa maksimal. Seperti yang kita ketahui, bibit yang berasal dari perbanyakan generative (biji) memiliki akar tunggang yang membuatnya kokoh saat ditanam. Anda bisa mendapatkan bibit tersebut di toko bibit buah. Namun, bila anda menghendaki memperbanyak bibit sendiri, anda juga bisa melakukannya di rumah dengan cara yang mudah dan murah.

Yang perlu anda lakukan pertama kali adalah menyemaikan biji kelengkeng. Persemaian biji bisa dilakukan di polybag, atau langsung di bak persemaian. Namun, apabila anda melakukan persemaian di bak, akan menjadi kurang efektif, karena nantinya anda perlu memindahkannya ke polybag setelah 2 atau 3 bulan. Tanam biji di kedalaman tanah 2 sampai 3 cm. Pada saat biji mulai berkecambah, anda bisa melakukan penambahn nutrisi tanah menggunakan pupuk ZA 2 gram, dan NPK 2 gram. Pemberiannya berselang-seling steiap 2 minggu sekali. Apabila biji sudah tumbuh dan batangnya beridameter 0,8 hingga 1,5 cm, tandanya bibit kelengkeng anda siap untuk diterapkan teknik sambung sisip.

Baca Juga: CARA MEMPERBANYAK BIBIT KELENGKENG MENGGUNAKAN TEKNIK STEK

Selanjutnya, siapkan entres. Gunakan entres yang berasal dari ranting bagian ujung dari indukan berkualitas. Pilih mulai dari bagian pucuk, yang memiliki 1 hingga 4 mata tunas. Usia entres harus muda, hal tersebut ditandai dengan warna batangnya yang masih hijau atau hijau keabuan. Jangan sampai menggunakan entres yang batangnya berwarna cokelat atau cokelat keabuan. Karena hal tersebut menandakan daya regenerasi entres sudah menurun yang berarti kemampuan menghasilkan mata tunasnya juga sudah rendah.

Memulai memperbanyak bibit kelengkeng menggunakan teknik sambung sisip, anda harus memastikan bibit kelengkeng yang dijadikan bagian bawah dalam kondisi sehat dan kuat. Daunnya tumbuh sempurna dengan warna hijau tua. Untuk membuat titik penyambungan, iris kulit batang yang sudah anda pilih, kurang lebih 15-25 cm jauhnya dari pangkal batang. Iris memanjang 3-5cm, lebar 7-10 mm saja. Tarik kulit batang tersebut dengan hati-hati agar terkelupas dengan baik. Potong kulit batang dengan menyisakan 1 cm yang nantinya akan kita jadikan dudukan untuk entres. Bila saat mengupas kulit batang terasa sulit, anda harus mengganti batang tersebut. Karena hal tersebut menunjukkan minimnya kandungan cambium pada batang.

Selanjutnya, iris miring pangkal entres yang hendak anda gunakan, kurang lebih sepanjang 2 cm. gunakan pisau yang benar-benar tajam. Agar pada proses pemotongan bisa dilakukan sekali potong dan tidak menimbulkan memar jaringan pada batang. Letakkan bagian pangkal entres yang sudah disayat tepat pada sayatan di batang bawah. Langsung ikat sambungan menggunakan irisan plastic es yang lentur lagi kuat. Ikatan dilakukan melingkar dan rapi dari bawah ke atas. Pastikan ikatan merata dan menutup sambungan secara sempurna supaya air tidak masuk dan berpotensi mengganggu pertumbuhannya.

kelengkeng sambung sisip
kelengkeng sambung sisip

Setelah empat minggu, plastik pengikat sudah bisa dilepas. Setelah 4 hari pasca ikatan plastic dilepas, potong setengah bagian batang bawah kira-ira 5 cm dari titik penyambungan. Tekuk batang yang sudah dipotong tersebut ke bawah, dengan tujuan agar mempercepat pertumbuhan tunas. Jangan khawatir, tunas yang disambungkan sudah sepenuhnya menempel dengan batang bawah. Cukup menunggu 10 hingga 12 minggu pasca penerapan teknik sambung sisip, anda dapat mendapatkan hasil bibit kelengkeng yang tunasnya sudah tumbuh maksimal dan sempurna.

Sambung Sisip Sebagai Salah Satu Cara Perbanyakan Kelengkeng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *