Cangkok batang tin – Meskipun buah tin biasa tumbuh di daerah timur tengah yang iklimnya jauh berbeda dari negara tropis seperti Indonesia, bukan berarti anda tidak bisa membudidayakan pohon tin di tanah air. Memang, membutuhkan perhatian khusus dan disesuaikan agar kondisi tanaman terasa seperti di tempat asalnya. Selebihnya, memperbanyak pohon tin metode vegetatif seperti teknik cangkok hampir sama dengan mencangkok tanaman lainnya.

Teknik cangkok merupakan metode memperbanyak tanaman dengan cara pengaplikasian yaitu mengerat dan mengelupas kulit batang pohon, dan kemudian sayatan tersebut dibalut menggunakan media tanam hingga akarnya tumbuh banyak sehingga bibit kuat untuk memulai hidup sendiri tanpa topangan pohon induk.

cangkok pada tin
Cangkok pada tin

Seperti dijelaskan di awal, cara pengaplikasian teknik cangkok pada pohon tin sama dengan cara pada umumnya. Mula-mula, anda harus mempersiapkan media tanam. Media tanam bisa menggunakan tanah berhumus yang dicampur pupuk organik atau menggunakan cocopeat murni. Penggunaan cocopeat lebih dianjurkan, karena massanya ringan. Sehingga saat diaplikasikan pada batang tidak menimbulkan beban yang berlebihan bagi batang.

Setelah media tanam siap, sekarang saatnya untuk mempersiapkan batang pohon tin yang hendak dicangkok. Buat sayatan pada batang tin yang anda kehendaki. Ada dua buah sayatan yang harus anda buat, sayatan atas dan bawah. Untuk sayatan atas, lakukan tepat pada ruas ranting, dan sayatan bawah di bekas tangkai daun menempel, kurang lebih 7cm jauhnya dari sayatan atas. Sayatan kulit dibuat dengan bentuk melingkar. Lakukan dengan hati-hati agar tidak merusak jaringan kayu.

Kelupas kulit kayu yang dihasilkan dari sayatan yang sudah dibuat. Lakukan secara perlahan dan rapi. Proses pengelupasan kulit ini bertujuan untuk memutus jalannya sari-sari makanan dari daun ke bagian lainnya. Sari makanan yang tidak bisa pergi kemana-mana itu akan menumpuk di sekitar sayatan atas dan nantinya akan berfungsi merangsang pertumbuhan akar pada bagian cangkokan.

Langkah selanjutnya untuk memperbanyak bibit tin menggunakan sistem cangkok adalah membersihkan cambium yang terdapat pada luka batang. Pengerokan kambium bisa anda lakukan dengan menggunakan pisau yang sebelumnya sudah disterilkan. Kambiumnya harus benar-benar bersih, karena kambium adalah zat yang membentuk jaringan kulit. Hal tersebut berpotensi mengganggu proses pencangkokan. Setelah cambium bersih, tunggu beberapa jam hingga batang yang sudah dikerok mengering permukaannya, dan siap dicangkok.

Media tanam yang anda gunakan perlu dibasahi. Lakukan penyiraman pada tanah tepat sebelum digunakan untuk mencangkok bibit tin. Seperlunya saja, bertujuan agar media tanam lembab. Lalu bungkus batang yang sudah dikelupas dengan menggunakan media tanam dan media cangkok. Pilih media cangkok yang mudah anda temukan di sekitar anda. Bisa sabut kelapa, karung goni, maupun plastik. Lalu ikat menggunakan tali rafia. Untuk mengurangi penguapan yang terjadi pada batang tin yang anda cangkok, kurangi daun yang tumbuh pada batang dengan cara memangkasnya.

tumbuh akar cangkok
tumbuh akar cangkok

Setelah melakukan berbagai proses teknik cangkok untuk memperbanyak bibit tin anda, anda hanya perlu menunggu selama 1 hingga 3 bulan untuk melihat akar tumbuh dengan sempurna. Apabila akar sudah nampak berwarna hijau abu-abu atau coklat, dan panjangnya sudah memenuhi media cangkok, anda bisa memisahkan cangkokan dari pohon induknya.

Untuk pemotongan cangkokan, anda bisa menggunakan gunting tanaman yang tajam. Anda juga bisa menggunakan gergaji, namun alat tersebut tidak disarankan penggunaannya karena dapat menimbulkan guncangan berlebih pada pohon. Setelah cangkokan terpisah dari pohon induk, buka media cangkok dengan hati-hati agar akarnya tidak rusak. Kemudian tanam di polybag yang sudah diberi media tanam berupa tanah, pupuk organic, dan pasir dengan perbandingan 2 : 2 : 1. Letakkan di tempat yang teduh dan terhindar dari matahari. Proses ini bertujuan agar pohon dapat beradaptasi sebelum ditanam di lahan yang luas. Penyiraman bisa dilakukan sekali setiap hari, cukup untuk menjaga agar tanah tetap lembab. Jangan lupa untuk selalu memeriksa kondisi kesehatan pohon tin hasil cangkokan anda.

Setelah dirawat di polybag selama 1 bulan lamanya, pohon tin hasil dari teknik cangkok anda siap dipindah tanamkan di lahan yang luas. Buat lubang tanam dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm.

Itulah cara pengaplikasian teknik cangkok pada pohon tin. Selamat mencoba, dan semoga informasi yang kami berikan bermanfaat dan membantu anda.

Cangkok Tin – Salah Satu Teknik Perbanyakan Pohon Tin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *