Buah jeruk bisa jadi merupakan buah yang merakyat. Hampir semua kalangan masyarakat bisa menikmati berbagai jenis buah jeruk. Dari yang rasanya masam, hingga super manis. Kebutuhan pasar akan jeruk sangat mudah terpenuhi, karena di Indonesia banyak yang membudidayakan. Tanaman jeruk mampu tumbuh di dataran dengan ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut. Namun pada varian jeruk besar, akan tumbuh dengan baik di ketinggian 700 mdpl.

Selain memperhatikan ketinggian daerah yang akan anda tanami pohon jeruk, perhatikan pula kecepatan angin di tempat tersbeut. Kecepatan angin 50% merupakan yang paling ideal untuk menanam pohon jeruk. Karena kecepatan angin yang melebihi 50% akan menyebabkan gugur bunga pada pohon jeruk yang anda budidayakan. Curah hujan selama 5 hingga 9 bulan sangat pas untuk pohon jeruk. Akan lebih baik bila anda menanam pohon jeruk di awal musim penghujan supaya asupan air dapat tercukupi dengan baik.

Bila anda ingin membudidayakan jeruk, pilihlah bibit yang sehat. Pastikan bibit anda tidak terkena serangan hama, maupun penyakit dan virus-virus lain. Cobalah untuk memperhatikan akarnya, pilihlah bibit dengan akar tunggang berukuran sedang yang banyak akar serabutnya. Batang yang kuat dan daunnya yang rimbun juga menjadi salah satu hal yang harus anda perhatikan. Bila anda menginginkan buah jeruk yang unggul, anda bisa menanam bibit yang berasal dari perbanyakan vegetatif dengan induk unggul.

Lahan tanam yang diperlukan bergantung dengan banyaknya bibit yang akan anda tanam. Lubang tanam yang dibutuhkan berukuran 30×30 cm dengan kedalaman 30 cm pula. Berilah jarak tiap lubang tanam kurang lebih 5x5cm. Masukkan pupuk kandang kurang lebih ¼ volume lubang tanam. Setelah itu persiapkan media tanam berupa campuran tanah, pupuk kandang, dengan rasio 1:1. Tanah untuk media tanam berupa tanah tipe latosol maupun andosol atau tanah lempung berpasir dengan pH tanah 5-6. Tambahkan segenggam tangan pupuk NPK pada tiap lubangnya. Tanamlah bibit tepat di bagian tengah lubang tanam dengan posisi tegak lurus. Lalu pada saat menambahkan kembali media tanam, sedikit padatkan supaya pohon jeruk dapat tumbuh kokoh. Lakukan penyiraman setelah proses tanam selesai. Cukup hingga media tanam nampak basah saja.

Penyiraman bisa anda lakukan dua kali setiap hari di awal masa tanam. Namun, apabila sedang di musim penghujan, frekuensinya bisa anda sesuaikan dengan memperhatikan kondisi tanah. Bila tanaman sudah berusia 3 bulan penyiraman bisa dilakukan setiap 3 atau 4 hari sekali. Bila di sekitar tanaman yang anda tanam sudah mulai tumbuh gulma atau tanaman liar, segera cabuti supaya tidak mencuri nutrisi yang seharusnya diserap oleh pohon jeruk.

Rahasia Sukses Membudidayakan Tanaman Buah Jeruk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *